DAFTAR ISI BLOG

Label:
Recent Posts

Sabtu, 08 Desember 2012

s

d
Continue Reading...

Kamis, 29 Maret 2012

2.500 Mahasiswa Usung 5 Keranda ke Kantor Gubernur

PADANG--Sekitar 2.500 mahasiswa dan buruh Sumatera Barat mengusung 5 keranda bertuliskan penolakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Kantor Gubernur di Jalan Sudirman, Padang, Kamis (29/3/2012).

Mahasiswa dari organisasi Lingkar Mahasiswa Minangkabau Raya (Limamira), Kelompok Cipayung, Badan Eksekutif Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bersatu dengan buruh dari Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Padang.

Mereka mendatangi kantor Gubernur sekitar pukul 11.00 WIB, melakukan orasi, dan bertolak pada pukul 13.30 WIB ke Kantor DPRD Sumbar di Jalan Khatib Sulaiman.

Di Kantor Gubernur para pengunjuk rasa kecewa karena Gubernur Irwan Prayitno tidak muncul. Asisten III Administrasi Pemerintah, Sudirman Gani datang menemui mahasiswa. Sudirman menyampaikan Gubernur sedang melakukan kunjungan dinas ke Dharmasraya.

Di hadapan Sudirman, Limamira menyampaikan tiga tuntutan. Pertama, pembatalan rencana kenaikan harga jual BBM dalam negeri. Kedua, nasionalisasi aset dan menolak intervensi asing. Ketiga, tangkap dan adili mafia perminyakan.

Para mahasiswa meminta Sudirman Gani menyetujui tuntutan mereka dengan membubuhkan tanda tangan. Namun Sudirman mengatakan tidak berwenang melakukan itu. Ia menandatangani surat tersebut sebagai bukti sudah menerima tuntutan mahasiswa untuk disampaikan kepada gubernur.

Ketika bertolak ke kantor DPRD, rombongan pengunjuk rasa menyebabkan macet di dua ruas di simpang empat depan Telkom. Di sini mereka melakukan orasi menolak kenaikan BBM dan sikap pemerintah serta sebagain anggota DPR yang terlihat tidak peduli dengan nasib rakyat
Continue Reading...

Demo Rusuh, Anjing Polisi Gigit Mahasiswa

PADANG-Seorang mahasiswa terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Yos Sudarso, Padang setelah tangan kanannya diterkam anjing pelacak polisi dalam aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM yang rusuh di halaman kantor DPRD Sumbar, Kamis (29/3/2012) sekitar pukul 15.00 WIB.

Jefri Sinabutar, aktivis GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) Padang yang turut aksi dari Kelompok Cipayung diterkam anjing polisi ketika hendak negosiasi bersama empat rekannya. Para pimpinan aksi ini berusaha menenangkan mahasiswa yang melemparkan batu dan botol air mineral ke arah gedung DPRD yang dibrikade polisi. Lalu mereka bergerak ke arah polisi.

Saat itulah polisi anjing pelacak maju dengan melonggarkan tali ke arah Jefri yang berteriak lantang ke arah polisi. Polisi terlihat tersulut emosi dengan sejumlah kata-kata yang dilontarkan mahasiswa.

Tiba-tiba terkaman anjing hitam besar tersebut mengenai tangan kanan Jefri yang kontan menjerit. Polisi yang memegang tali anjing tersebut lalu menarik mundur anjing tersebut.

Kawan-kawan Jefri segera melarikan Jefri ke RS Yos Sudarso. Ia mendapat perawatan pembersihan luka dan tiga suntikan rabies. Meski diperbolehkan kembali ke lokasi, Jefri dianjurkan dua kali suntik rabies lanjutan.

Sementara seorang mahasiswa lainnya ditangkap polisi karena kedapatan intel sedang menggunakan batu untuk melempar ke arah kantor DPRD yang diblokade polisi. Ia dibawa polisi ke dalam kantor DPRD. Identitas mahasiswa ini belum bisa dikonfirmasi PadangKini.com

Hingga pukul 17.45 WIB mahasiswa masih melakukan unjuk rasa di depan kantor DPRD. Bahkan mereka menguasai ruas jalan Khatib SUlaiman di depan DPRD, mulai dari Simpang Presiden hingga Simpang Adipura. Polisi terpaksa memblokade jalan itu dan mengalihkan kendaraan ke Jalan S. Parman.

Para mahasiswa masih menunggu pimpinan aksi yang melakukan negosisi dengan anggota DPRD dan polisi
Continue Reading...

Inilah Penyebab Unjuk Rasa Rusuh dan Dibubarkan

PADANG--Setelah sempat reda dari kerusuhan sekitar dua jam, suasana unjuk rasa mahasiswa di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat Kamis (29/3/2012) kembali memanas. Kondisi itu membuat aksi demonstrasi dibubarkan pada pukul 18.30 WIB.

Inilah penyebab mahasiswa rusuh dan dibubarkan aparat keamanan.

Pertama, pasca dibawanya rekan mereka ke dalam gedung DPRD karena kedapatan menyimpan batu dan diduga untuk melempar, para mahasiswa meradang lantaran mereka dibuat lama menunggu.

Pantauan padangkini.com, para mahasiswa membakar ban bekas di jalan raya di depan pagar gedung DPRD sambil berteriak melontarkan tuntutan supaya rekannya dilepas.

Aparat polisi pun memberi peringatan. Karena tak diindahkan, akhirnya pasukan Pengendalian Massa (Dalmas) memburu mahasiswa dengan senapan gas air mata dan mahasiswa membalas dengan aksi lempar batu. Bukan itu saja, polisi juga mengerahkan satu truk water canon.

Kedua, tidak tercapainya kesepakatan dengan anggota dewan terkait keinginan mahasiswa menduduki gedung DPRD Sumbar sampai sidang paripurna pembahasan Bahan Bakar Minyak (BBM) digelar di DPR RI di Senayan, Sabtu (31/03/2012).

"Tentu saja tidak mungkin. Gedung inikan (Gedung DPRD Sumbar-red) aset negara yang harus dijaga. Kerusuhan tadi saja sudah mengakibatkan tiga ruangan pecah kacanya," ujar Edi Janur, Humas DPRD Sumbar saat dikonfirmasi padangkini.com

Ketiga
, Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Sumbar telah mengagendakan sidang paripurna membahas Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) kepemimpinan Gubernur Irwan Prayitno selama 2011, Jumat (30/03/2012).

"Anggota dewan menginginkan sidang paripurna besok harus clear dari aksi unjuk rasa di gedung DPRD. Kesepakatan ini yang tidak tercapai dengan mahasiswa sehingga anggota dewan memberi tanggung jawab pengamanan sepenuhnya pada aparat kepolisian," ujar Edi.

Terakhir
, terkait surat pemberitahuan aksi tertulis sampai pukul 17.00 WIB.

"Sudah waktunya dibubarkan. Sesuai surat pemberitahuan mereka bahwa jam segini sudah harus selesai," ujar Kapolresta Padang, Komandan Besar Polisi M Seno Putro.
Sementara kelompok Lingkar Mahasiswa Minangkabau Raya (Limamira) yang berada di dalam pekarangan gedung juga ikut dibubarkan aparat.
Continue Reading...

Senin, 19 Maret 2012

Suku Piliang

Suku Piliang

Suku Piliang adalah salah satu suku (marga) yang terdapat dalam kelompok suku Minangkabau. Suku ini merupakan salah satu suku induk yang berkerabat dengan suku Koto membentuk Adat Ketumanggungan yang juga terkenal dengan Lareh Koto Piliang

Etimologi

Menurut A.A. Navis, kata Piliang terbentuk dari dua kata yaitu Pele artinya banyak dan Hyang artinya Dewa atau Tuhan.jadi Pelehyang artinya adalah banyak dewa. Ini menunjukkan bahwa di masa lampau, suku Piliang adalah suku pemuja banyak dewa, yang barangkali mirip dengan kepercayaan Hindu.

Sejarah

Ada juga versi yang mengatakan suku Piliang yang merupakan saudara dari suku Koto, yang cendrung disebut dengan Koto Piliang berasal dari Kato Pilihan. Koto berasal dari kato (Ucapan) dan Piliang berasal dari Pilihan, (Unggulan). jadi Koto Piliang adalah bersal dari Kato Pilihan. karena noya bene dalam Tambo Minangkabau Koto Piliang adalah pemegang tampuk kekuasaan (pemerintahan) karena DT. Katemanggungan berdarah bangsawan (rajo). Jadi dirunut dari situ adakalanya kato pilihan asal kata Koto Piliang ada benarnya, karena kata raja (penguasa) adalah kata-kata pilihan yang akan keluar dari mulunya.

Pemekaran

Suku ini mengalami pemekaran menjadi beberapa pecahan suku yaitu:

  • Piliang Guci (Guci Piliang di nagari Koto Gadang, Agam)
  • Pili di nagari Talang, Sungai Puar (Agam)
  • Koto Piliang di nagari Kacang, Solok dan Lubuk Jambi, Kuantan Mudik, Riau
  • Piliang Laweh di Tanjung Alam, Tanah Datar dan Piliang Lowe di ([[Kuantan Singingi))
  • Piliang Sani (Piliang Soni) di Kuantan Singingi, Riau dan nagari Singkarak, Solok
  • Piliang Baruah
  • Piliang Bongsu
  • Piliang Cocoh,
  • Piliang Dalam
  • Piliang Koto
  • Piliang Koto Kaciak
  • Piliang Patar
  • Piliang Sati
  • Piliang Batu Karang di nagari Singkarak, Solok
  • Piliang Guguak di nagari Singkarak, Solok
  • Piliang Atas (Kuantan Singingi)
  • Piliang Bawah (Kuantan Singingi)
  • Piliang Godang (Piliang Besar)
  • Piliang Kaciak (Piliang Kecil)

Persebaran

Suku ini banyak menyebar ke berbagai wilayah Minangkabau yaitu Tanah Datar, Agam, Lima Puluh Kota, Solok, Riau, Padang dan beberapa daerah lainnya. Dari beberapa sumber, diketahui tidak terdapat suku ini di Pesisir Selatan dan Solok Selatan.

Wilayah Rantau dari Suku ini telah mencapai Hampir seluruh Wilayah yang ada di Indonesia, yang mencakup wilayah Sumatera. Wilayah barat Riau, wilayah selatan Sumatera Utara, wilayah tenggara, selatan dan barat Aceh, wilayah utara Bengkulu, dan wilayah selatan Jambi.

Kerabat

Di bawah payung suku Koto-Piliang, terdapat banyak suku lain yang bernaung, diantaranya adalah :

Suku Piliang berdatuk kepada Datuk Ketumanggungan di zaman Adityawarman. Gelar-gelar kebesaran Adat dalam Pasukuan Piliang antara lain :


 

Continue Reading...

Selasa, 13 Maret 2012

Membudayakan Aktivitas Ngeblog di Kalangan Guru

Membudayakan Aktivitas Ngeblog di Kalangan Guru

Seiring dengan perkembangan dan dinamika masyarakat yang makin mengarah ke situasi global, agaknya blog telah menjadi media yang diminati sebagai "rumah maya" untuk menampung pemikiran-pemikiran kritis dan kreatif. Blog dianggap telah menjadi media virtual yang tidak hanya sekadar dijadikan sebagai media berekpresi, tetapi juga telah menembus dimensi industri. Sudah banyak bloger di negeri ini yang sukses meraup dolar melalui blog. Meski demikian, blog tetap saja tak bisa dipisahkan fungsinya sebagai media
sosial untuk berinteraksi dengan sesamanya secara maya.

Persoalannya sekarang, apakah guru yang notabene juga menjadi bagian dari masyarakat global perlu memanfaatkan blog sebagai media untuk melakukan aktualisasi diri? Perlukah guru memiliki blog sebagai salah satu pilar untuk meningkatkan profesionalismenya? Adakah manfaat praktis yang bisa didapatkan dari sebuah blog hingga seorang bloger yang kebetulan juga seorang guru rela berpayah-payah menyisihkan waktu untuk ngeblog, membayar rekening listrik yang membengkak, atau koneksi internet yang mesti rutin dibayar setiap bulannya? Apakah guru yang melakukan aktivitas ngeblog dengan sendirinya mampu "menyulap" siswa didiknya menjadi generasi masa depan yang cerdas dan berkarakter? Apa untungnya guru
ngeblog dari sisi keilmuan dan kemajuan dunia pendidikan?

Blog, dalam pandangan awam saya, sejatinya merupakan sebuah media virtual yang tidak hanya bisa dimanfaatkan sebagai media beraktualisasi diri, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk menemukan "branding identitas" di tengah belantara media virtual lain yang makin beragam dan variatif. Selain blog, tak terhitung jumlah jejaring sosial yang sama-sama berkehendak menyajikan "branding identitas" untuk mengekspresikan pemikiran-pemikiran kreatif. Namun, dari sekian media virtual yang ada, saya harus mengatakan bahwa blog masih belum terkalahkan dalam menyajikan pemikiran-pemikiran kreatif yang sanggup menemukan "branding identitas" itu. Dalam bahasa sederhana, blog tak jauh berbeda dengan "rumah maya" dalam sebuah perkampungan global yang bisa bersanding dengan ruang-ruang maya yang lain.

Secara langsung, blog memang tidak bisa memberikan manfaat praktis terhadap peningkatan mutu proses pembelajaran dan bisa menyihir generasi masa depan negeri ini menjadi sosok yang cerdas dan berkarakter. Namun, secara tidak langsung, blog bisa dijadikan sebagai media untuk memberikan asupan dan nutrisi batin terhadap bloger yang bersangkutan dalam meningkatkan kompetensi dirinya. Jika dikaitkan dengan peran guru sebagai agen pembelajaran, aktivitas ngeblog telah menyentuh naluri seorang guru untuk membebaskan mitos peserta didik sebagai robot yang hanya bisa menjalankan perintah dan taat pada komando. Peserta didik adalah potret generasi masa depan yang harus bisa menentukan jalan hidupnya secara cerdas dan kreatif, hingga kelak mereka bukan menjadi beban bangsa, melainkan justru menjadi "katalisator" yang mampu memadukan kekuatan, baik di dalam dirinya maupun di luar dirinya, hingga sanggup melahirkan potensi dahsyat untuk melakukan sebuah perubahan.

Dalam konteks demikian, blog pada hakikatnya merupakan media untuk melakukan aksi-aksi kritis, kreatif, dan reflektif melalui tulisan berbasiskan semangat berbagi dan bersilaturahmi. Dari sisi finansial, blog bisa jadi belum mampu menjanjikan banyak keuntungan. Namun, dari sisi yang lain, selalu saja ada hikmah tersembunyi di balik aktivitas ngeblog itu. Yang jelas, dari sisi keilmuan, ngeblog akan terus memacu kita untuk tidak pernah berhenti belajar. Dari situlah pengetahuan dan ilmu kita akan terus berkembang seiring dengan makin banyaknya tulisan yang kita publikasikan sehingga akan melahirkan pemikiran-pemikiran kreatif dan inovatif untuk ikut memberikan sumbangsih pemikiran terhadap dinamika dunia pendidikan.

Lantas, bagaimana membagi waktu antara aktivitas ngeblog dan mengajar? Dari sisi waktu, guru termasuk profesi yang cukup "menguntungkan". Tugas mengajar dalam sehari hanya sekitar delapan jam. Ini artinya, masih banyak waktu luang yang tersisa, sehingga bisa dimanfaatkan untuk melakukan aktivitas lain yang bermanfaat, termasuk ngeblog. Dengan kata lain, aktivitas mengajar seorang guru tidak akan terganggu oleh aktivitas ngeblog. Ada pengalaman kreatif yang tak bisa dilupakan ketika seorang guru secara serius menekuni aktivitas ngeblog. Selain bisa melakukan aksi melalui tulisan, menumbuhkan semangat berbagi dan bersilaturahmi, tulisan-tulisan yang terpublikasikan di blog bisa diterbitkan menjadi sebuah buku. Buku kumpulan cerpen (Kumcer) berjudul "Perempuan Bergaun Putih", misalnya, bisa terbit berkat bantuan seorang teman bloger yang kebetulan memiliki kepedulian terhadap dunia sastra. Yang menarik, kumcer tersebut diluncurkan di Pusat Dokumentasi
Sastra (PDS) HB Jassin, Kompleks Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta pada tanggal 16 Mei 2008 yang silam, bersamaan dengan diskusi
buku
puisi "Kembali dari Dalam Diri" karya penyair Malaysia, Dr. Ibrahim Ghaffar. Peristiwa semacam itu agaknya hanya akan menjadi sebuah mimpi jika saya tidak melakukan aktivitas ngeblog.

Tentu saja, tidak semua tulisan yang terpublikasikan di sebuah blog layak diterbitkan menjadi sebuah buku. Ada banyak faktor yang memengaruhinya. Menurut hemat saya, ada dua hal penting dan mendasar bagi seorang bloger agar bisa membuat postingan kreatif dan disukai pembaca, yakni muatan isi dan bahasa. Dari sisi muatan isi, sebagaimana tulisan-tulisan di media "mainstream" yang lain, blog perlu menyuguhkan postingan-postingan yang cerdas, mencerahkan, sekaligus menghibur, tidak sektarian, bersifat inklusif, dan sejauh mungkin menghindari unsur SARA. Cerdas lebih banyak terkait dengan bagaimana sikap bloger dalam menyuguhkan argumen, data, atau bukti pada setiap postingan (terutama pada postingan genre nonfiksi). Sedangkan, mencerahkan lebih banyak terkait dengan kemampuan sang bloger dalam memberikan masukan, solusi, pesan moral, imbauan yang penuh empati, dan sejauh mungkin menghindari kesan menggurui.

Namun, muatan isi saja tidaklah cukup. Bloger juga perlu mempertimbangkan penggunaan bahasa yang komunikatif, sehingga pesan-pesan yang disampaikan bisa dipahami dengan mudah oleh pembaca. Hal ini penting, sebab tujuan setiap postingan di blog adalah agar bisa dibaca dan dipahami dengan mudah oleh pembaca. Di tengah arus informasi yang terus mengalir setiap hari, agaknya (hampir) tak ada waktu bagi para pemburu informasi di dunia maya untuk berlama-lama membaca sebuah postingan di blog. Kalau tidak dikemas dengan bahasa yang menarik dan komunikatif, blog akan segera ditinggalkan pembaca. Yang tidak kalah penting, judul postingan juga perlu dipertimbangkan. Saya biasa menggunakan judul yang agak "provokatif" dan memancing rasa ingin tahu pembaca, tetapi relevansi dengan isi postingan tetap terjaga. Jangan sampai postingan hanya bagus dan menarik judulnya, tetapi isinya sama sekali tidak ada relevansinya, apalagi kalau hanya dimanfaatkan untuk kepentingan SEO (Search Engine Optimization). Mungkin untuk sementara waktu bisa meningkatkan trafik dan jumlah pengunjung, tetapi yakinlah postingan blog yang "menipu" pembaca semacam itu akan segera ditinggalkan pembaca, bahkan bisa "mati suri".

Setidaknya ada tiga faktor penentu suksesnya sebuah blog, yakni content (isi), speed (kecepatan akses) blog, dan tampilan. Content blog menjadi faktor utama. Blog yang memiliki content bagus dan konsisten dalam menyajikan postingan-postingan yang bermutu akan dirindukan oleh pengunjung. Semakin banyak pengunjungnya, blog akan semakin menduduki peringkat yang bagus pada search-engine (mesin pencari) seperti google atau yahoo. Content blog yang bermutu akan semakin bagus peringkatnya di halaman mesin pencari jika didukung oleh kemampuan memanfaatkan webmaster tool (milik google), jejaring sosial (facebook atau twitter), atau mendaftarkan blog ke berbagai situs bookmark (digg.com, stumbleupon.com, del.icio.us, technorati.com, dsb).

Yang tidak kalah penting diperhatikan adalah speed (kecepatan akses) blog. Semakin kencang dan ringan speed sebuah blog, semakin banyak pengunjungnya. Banyak pengunjung yang dengan terpaksa harus lari dan meninggalkan blog tertentu lantaran beratnya loading sebuah blog. Para pengunjung tidak mau direpotkan untuk mengunjungi web/blog tertentu yang sulit diakses. Dalam situasi seperti ini, seorang bloger perlu juga sedikit mempelajari bahasa CSS (Cascading Style Sheets) dan html (HyperText Markup Language) yang sesuai dengan standar web sehingga bisa mendesain blog yang lebih bagus speed dan struktur css/html-nya.

Tampilan (theme) juga penting diperhatikan. Tampilan blog yang bagus dan menarik bisa menarik minat pengunjung untuk berlama-lama menjelajahi arsip
blog kita. Kemampuan mendesain struktur tampilan blog, seperti pengaturan home-page, post-page, bar samping, atau bentuk font, akan ikut menentukan menarik atau tidaknya tampilan blog kita.

Komentar Pengunjung dan Mesin Pencari

Dalam aktivitas ngeblog, tidak jarang kita mendapatkan respon yang kurang simpatik dari pengunjung. Saya pun pernah dituduh sebagai seorang penjiplak. Nah, perlukah kita bersikap antipati terhadap sikap pengunjung yang demikian itu? Saya mengibaratkan pengunjung blog seperti penonton bola. Mereka bebas untuk berkomentar, baik yang mendukung dan mengapresiasi maupun yang berkomentar pedas. Pengunjung bebas berkomentar apa saja, baik yang positif, out of topic, sekadar say hello, atau bahkan berkomentar yang pedas sekalipun. Dalam situasi demikian, kita perlu bersikap lebih terbuka terhadap berbagai komentar dan kritik, sebab blog tanpa komentar ibarat rumah sakit yang megah tetapi tak ada pasiennya. Kalau harus memberikan respon, kita perlu menyikapinya dengan sikap yang lebih arif dan tak perlu ikut-ikutan emosional. Bahkan, blog yang mendapatkan banyak komentar, secara tidak langsung akan berdampak pada trafik pengunjung. Meningkatnya trafik pengunjung identik dengan naiknya "pamor" blog kita di halaman mesin pencari (search-engine). Semakin mudah blog kita ditemukan di search-engine, semakin banyak jaringan advertiser yang berminat untuk memasang iklan di blog atau mendapatkan job review. Hal ini bisa membuka ruang bagi kita untuk mendapatkan tambahan penghasilan melalui blog.

Dari sisi finansial, memang blog yang selama ini saya kelola belum memberikan banyak keuntungan dan penghasilan, karena orientasi saya ngeblog memang bukan semata-mata untuk mencari uang. Namun, yang lebih penting dan substansial, blog telah menjadi rumah maya, menjadi "ikon" yang menghubungkan ruang batin dan pemikiran saya dengan pembaca. Itulah sebabnya, nilai kepuasan batiniah yang saya peroleh jauh lebih membuat spirit saya untuk ngeblog makin tumbuh dan berkembang. Melalui blog, saya bisa menjalin silaturahmi dengan siapa saja secara lintasbudaya, lintasagama, lintassuku, bahkan lintasbenua. Melalui blog pula, saya bisa membangun semangat berbagi, bercurah pikir, berinteraksi, dan bisa memacu "adrenalin" saya untuk terus menulis, menulis, dan menulis.

Ngeblog, bagi saya juga sangat ditentukan oleh visi, misi, dan orientasi bloger yang bersangkutan dalam menjalankan aktivitasnya. Kalau blog semata-mata untuk mencari uang, mungkin kita akan kecewa dan segera kendur semangat ngeblognya, karena untuk bisa sukses menjalankan bisnis online butuh kerja keras, pantang menyerah, dan keuletan seperti halnya dalam bisnis offline. Namun, kalau ngeblog dilandasi kecintaan, niat yang tulus untuk membangun semangat berbagi dan bersilaturahmi, ngeblog terasa jauh lebih indah dan menyenangkan. Kita bisa mengenal dan berinteraksi dengan beragam karakter manusia yang belum tentu bisa kita peroleh secara langsung pada dunia nyata. Yang tidak kalah penting, blog bisa kita jadikan sebagai media pembelajaran di tengah tantangan hidup yang makin rumit dan kompleks, sehingga membuat hidup kita jadi terasa lebih damai, tenang, bahkan bisa membuat kita menjadi lebih arif, matang, dan dewasa.

Secara empirik, setidaknya ada empat jenis tulisan yang dipublikasikan di sebuah blog. Pertama, tulisan untuk menyampaikan informasi. Tulisan semacam ini biasanya menggunakan ragam bahasa resmi dan lugas. Hal ini masuk akal karena untuk menghindari kekeliruan dalam menafsirkan maksud yang terkandung di dalamnya. Untuk memberikan informasi kepada pengunjung, tulisan semacam ini sering memanfaatkan sumber dari blog atau web lain, baik dengan cara memberikan tinjauan, terjemahan, maupun kopi-paste –tanpa mengebiri etika dalam dunia kepenulisan– sehingga pengunjung memperoleh informasi yang sejelas-jelasnya. Tulisan berita dan ilmu pengetahuan bisa dikategorikan pada jenis kepentingan ekspresi ini.

Kedua, tulisan untuk kepentingan mencurahkan isi hati (curhat) dan menghibur pengunjung. Bahasa yang digunakan untuk kepentingan ekspresi semacam ini seringkali menggunakan bahasa gado-gado. Tujuan utamanya memang semata-mata untuk curhat dan menghibur pengunjung. Ragam bahasa yang digunakan cenderung variatif dan tidak terlalu "tunduk" pada kaidah-kaidah baku dalam struktur kebahasaan. Bahkan, tak jarang menggunakan tiga bahasa sekaligus; bahasa Indonesia, daerah, dan asing. Tulisan jenis ini biasanya sangat mudah memancing kesan-kesan emosi pengunjungnya, entah itu rasa iba, humor, atau sedih.

Ketiga, tulisan untuk kepentingan refleksi. Tulisan jenis ini bisa berasal dari peristiwa nyata (non-fiktif) atau berdasarkan imajinasi penulisnya (fiktif). Refleksi non-fiktif biasanya membahas persoalan-persoalan aktual dan menyangkut kepentingan publik yang dianalisis secara kritis berdasarkan renungan dan logika sang penulis. Bahasa yang digunakan dalam postingan jenis ini biasanya lugas, cenderung "liar" dan berani. Hal ini berbeda dengan postingan jenis refleksi-fiktif. Persoalan yang diangkat biasanya berasal dari pengalaman hidup, baik pengalaman diri sendiri maupun orang lain, yang disajikan dalam genre narasi, puisi, atau cerpen. Bahasa yang digunakan cenderung personal dan bersifat multitafsir. Sebagai tulisan reflektif, tulisan jenis ini berusaha memotret berbagai fenomena kehidupan untuk selanjutnya didedahkan lewat media
bahasa pilihan yang benar-benar tertata, sehingga mampu memberikan sesuatu yang bermakna dalam ranah batin pembacanya.

Keempat, tulisan untuk kepentingan persuasi. Tulisan ini berusaha mengajak dan memengaruhi pembaca untuk melakukan sebuah tindakan sesuai dengan keinginan sang penulis. Ragam bahasa yang digunakan cenderung lugas agar mudah dipahami pembaca dengan menggunakan alasan yang logis dan masuk akal. Lewat tulisannya, sang penulis berusaha meyakinkan pembaca bahwa apa yang dipaparkan itu benar adanya. Tulisan yang mengajak pembaca untuk "golput" dalam sebuah pilkada atau mengajak pembaca untuk memberikan subsidi sukarela kepada sesama, misalnya, bisa dikategorikan ke dalam jenis kepentingan ekspresi ini.

Kelima, tulisan untuk kepentingan pembelajaran. Tulisan ini berusaha memberikan petunjuk dan bimbingan teknis tentang cara melakukan tindakan tertentu. Bau "how to"-nya sangat terasa sehingga cenderung menggurui. Ragam bahasa yang digunakan cenderung lugas dan apa adanya agar mudah dipahami pembaca dan terhindar dari salah tafsir.

Blog pribadi seringkali digunakan oleh sang penulis (admin) untuk berbagai macam kepentingan ekspresi. Ada warna "pelangi" di sana. Saya jarang menemukan blog yang mono-ekspresi. Ragam bahasa yang digunakan bervariasi sesuai dengan kepentingannya. Blog curhat pun sesekali diselingi dengan tulisan serius dengan ragam bahasa baku. Ini artinya, seorang bloger bisa berkomunikasi kepada pengunjung dengan mengusung beragam tema. Hal itu agaknya sangat dipengaruhi oleh kepentingan sang bloger dalam mengekspresikan perasaan dan pikirannya. Bisa jadi, suasana "gado-gado" semacam itu juga dimaksudkan untuk menghindari kejenuhan, baik bagi sang bloger yang bersangkutan maupun pengunjung.

Sebagai hunian di dunia maya, kalau boleh disebut demikian, ketenaran sebuah blog akan sangat ditentukan oleh "kelincahan" sang bloger dalam mengemas gaya (ragam) pengucapan dan kepentingan ekspresinya. Dengan kata lain, efektivitas komunikasi yang dikemas melalui gaya pengucapan yang tepat akan sangat menentukan kualitas sebuah blog. Sebagus apa pun kepentingan ekspresinya, kalau kurang tepat memilih gaya pengucapan, bisa menimbulkan kesan "jorok" bagi pengunjung. Blog curhat, yang dimaksudkan untuk mencurahkan isi hati, misalnya, jelas akan lebih mengena jika diekspresikan dengan gaya (ragam) pengucapan yang santai melalui kemasan bahasa "gaul". Sebaliknya, blog yang dimaksudkan untuk mengekspresikan kepentingan pembelajaran, informasi, atau persuasi, akan lebih tepat jika dikemas dengan menggunakan bahasa yang lugas sehingga terhindar dari kesan multitafsir.

Nilai Tambah Sebuah Blog

Saat ini, dunia maya makin dinamis dengan hadirnya banyak blog yang penuh "warna", gaya, dan muatan isinya. Apalagi, kini juga banyak web yang memberikan layanan gratis. Dunia pendidikan yang diyakini menjadi "kawah candradimuka" peradaban, juga akan makin dinamis dan berkembang pesat jika banyak guru yang bersedia meluangkan waktunya untuk melakukan aktivitas ngeblog. Bahkan, bukan tidak mungkin, blog akan menjadi media interaktif dalam sebuah pembelajaran elektronik yang menarik dan menyenangkan untuk peserta didik.

Sudah saatnya blog menjadi "piranti" dan media strategis untuk melakukan aksi, berbagi, dan bersilaturahmi di tengah peradaban yang kini dinilai sedang "sakit". Melalui blog, kita bisa memberikan "pencerahan" kepada publik akan pentingnya makna kearifan hidup sehingga tidak mudah terangsang untuk melakukan tindakan-tindakan konyol dan tak terpuji yang bisa menodai citra keharmonisan hidup.

Sekadar refleksi, ada baiknya hal-hal berikut ini dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi rekan-rekan sejawat ketika berminat untuk menjalankan aktivitas ngeblog.

  1. Jangan jadikan blog sebagai media untuk mencari ketenaran atau sensasi. Fakta sudah banyak membuktikan hal itu. Seleksi alam yang akan membuktikan bahwa blog semacam itu tak akan berumur panjang.
  2. Tetapkan pola dan desain isi blog yang akan dibuat agar kita sendiri tidak merasa kesulitan dalam melakukan update tulisan.
  3. Budayakan aktivitas ngeblog di luar jam-jam mengajar di sekolah. Jam kerja guru masih terlalu pendek jika dibandingkan dengan waktu luangnya. Nah, akan lebih bagus jika waktu luang tersebut kita manfaatkan untuk melakukan aktivitas ngeblog yang sangat bermanfaat untuk membangun tradisi keilmuan.

Kehadiran bloger guru, menurut saya, bisa memberikan nilai tambah terhadap kemajuan dunia pendidikan. Pertama, dunia pendidikan akan makin berkembang secara dinamis karena banyak pemikiran dan ide kreatif dari para guru yang terabadikan melalui internet. Tulisan-tulisan yang berkaitan dengan masalah-masalah pendidikan, dengan demikian, akan semakin mudah ditemukan di search-engine.

Kedua, secara internal, bloger guru akan terpacu semangatnya untuk bertindak secara kreatif dan inovatif dalam mengemas proses pembelajaran yang menarik dan memikat. Semangat pembelajaran berbasis Paikem (pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) akan semakin membumi dan membudaya di ruang-ruang kelas sehingga dunia pendidikan tak lagi menjadi "penjara" yang memasung kebebasan berpikir siswa didik.

Ketiga, terjalinnya persaudaraan dan silaturahmi dengan sesama bloger, baik dari kalangan guru maupun non-guru, sehingga akan terbangun suasana keakraban di antara sesama anak bangsa yang sanggup membunuh benih-benih primordialisme sempit berbasiskan kesukuan alias kedaerahan, kelompok, suku, atau agama. Pengalaman ngeblog selama ini menunjukkan betapa kuyupnya persahabatan dan silaturahmi di antara sesama bloger, meskipun secara lahiriah (hampir) tak pernah bertemu secara langsung di darat. Blog bisa memperpendek jarak ruang dan waktu sehingga intensitas komunikasi bisa terjalin lebih akrab dan familiar. Bukankah ini sebuah kontribusi nyata dari para bloger dalam menciptakan nilai-nilai kerukunan di antara sesama warga bangsa? Jika atmosfer semacam itu bisa terus berlangsung, jelas akan mampu memperkuat fungsi dan peran dunia pendidikan sebagai agen kebudayaan yang akan mempertautkan dan menyatukan perbedaan etnik menjadi sebuah kebersamaan yang mengagumkan.

Keempat, bloger guru akan terus terpacu semangatnya untuk terus meningkatkan kinerjanya sehingga empat kompetensi guru, yakni pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial, sebagaimana tercantum dalam PP No. 19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (pasal 28), dapat terwujud. Terlalu berlebihankah? Menurut hemat saya, tidak! Kebiasaan dan budaya mengekspresikan pemikiran-pemikiran kreatif ke dalam sebuah tulisan, setidaknya akan sangat memengaruhi pola dan gaya berpikir seorang guru. Ini artinya, blog bisa menjadi wahana yang tepat dan strategis untuk mengembangkan kompetensi pedagogis, kepribadian, profesional, dan sosial seorang guru dalam menjalankan aktivitasnya, baik di dalam maupun di luar dunia pendidikan.

Kelima, blog bisa menjadi media interaktif untuk mewujudkan pembelajaran elektronik yang dialogis dan demokratis sehingga kompetensi siswa bisa berkembang dengan baik. Dalam memberikan tugas, baik terstruktur maupun tidak terstruktur, misalnya, seorang guru bisa memostingnya di sebuah blog, kemudian siswa diberikan kebebasan dan kemerdekaan kreatif untuk menjawab, menyampaikan pendapat, sanggahan, atau usulan melalui kolom komentar. Hal ini akan sangat berbeda susasananya jika siswa bertatap muka secara langsung dengan sang guru yang seringkali dihadapkan pada kendala-kendala psikis, seperti rasa sungkan, takut, atau malu. Dari sisi ini, blog bisa menumbuhkan keberanian siswa dalam menyampaikan pendapat yang selama ini menjadi hambatan klasik dalam proses pembelajaran.

Tentu saja, masih ada nilai tambah yang lain ketika guru mampu memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran. Meskipun demikian, harus diakui, bukan persoalan yang mudah untuk menjadikan blog sebagai "magnet" yang mampu memikat para guru. Selain kendala jaringan infrastruktur internet yang belum merata di berbagai daerah, juga masih muncul adanya kesenjangan kompetensi guru. Dalam kondisi demikian, dibutuhkan komitmen dan kebijakan para pengambil keputusan untuk tak henti-hentinya mengakrabkan guru pada dunia blog secara simultan dan berkelanjutan dengan memfasilitasi para guru untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam melakukan aktivitas ngeblog


 

Continue Reading...

Senin, 12 Maret 2012

Ajang Pembuktian Kabau Sirah

Laga Semen Padang FC kontra Persija Jakarta di stadion Agus Salim, hari ini (12/3) dipastikan berlangsung ketat. Ellie Aiboy dkk dituntut harus memenangi laga tersebut untuk menjauhi rivalnya Persebaya Surabaya saat ini juga sama-sama mengantongi 16 poin.


Hanya saja, pasukan Bukit Karang Putih sedikit diuntungkan dengan produktivitas 15 gol dibanding Andik Vermansyah cs baru berhasil memproduksi 10 gol hasil sepuluh kali bertanding. Hasil itu membuat Semen Padang menempati posisi runner up klasemen sementara Indonesia Premier League (IPL) musim ini di bawah Persibo Bojonegoro.
”Sebagai tuan rumah jelas kami ingin poin penuh. Karena itu, kami harus betul-betul mempersiapkan mental pemain,” kata pelatih Semen Padang FC Nil Maizar kepada Padang Ekspres, Minggu (11/3).
Saat ini, posisi Kabau Sirah (julukan Semen Padang) di klasemen semakin jauh tertinggal menyusul kemenangan Persibo Bojonegoro 1-0 atas Persebaya Surabaya, Sabtu (10/3). Atas hasil itu, Laskar Angling Dharma (julukan Persibo) kokoh di puncak klasemen dengan 20 poin.
Kondisi itu jelas sedikit memberatkan langkah Edward Wilson Junior cs kembali merebut takhta puncak klasemen sementara IPL musim ini. Jadi, tak salah jika pertarungan tim urang awak melawan Macan Kemayoran (julukan Persija Jakarta) nanti merupakan ajang pembuktian pasukan Nil Maizar sekaligus membalaskan kekalahan 0-1 yang baru saja diterimanya atas Persijap Jepara, Minggu (19/2).
Laga ke-10 Semen Padang nanti dipastikan bakal berlangsung menarik. Soalnya, beranjak dari dua kali pertemuan kedua tim, Hengki Ardiles cs berhasil membungkam Persija Jakarta 1-0 di kandang sendiri pada 26 Oktober 2010 lalu, serta menahan imbang Persija Jakarta 1-1 saat dijamu Persija, di Solo (2/6) lalu.
Kendati begitu, pelatih berusia 42 tahun itu tetap merendah dan mengakui jika lawan yang dihadapinya merupakan tim bagus. Meski Persija bertengger di peringkat ke-10 dengan menyematkan 10 poin hasil 10 kali bertanding.
Anak asuh mantan pilar timnas Garuda II PSSI itu memastikan tetap menjunjung motivasi tinggi menghadapi tim besutan Toyo Haryono, dan membalaskan kekalahan yang diterimanya atas Laskar Kalinyamat (julukan Persijap). Mengingat itu adalah kekalahan perdana yang dialaminya dari sembilan laga yang telah dijalani sejak menapaki kompetisi gagasan Djohar Arifin itu.
Karena itu, anak asuh pelatih asal Payakumbuh itu bertekad bisa membalas tragedi memilukan itu pada laga yang akan dimainkan sekitar pukul 19.00 WIB nanti. ”Kekalahan itu jelas cukup menyakitkan bagi kami. Jadi kami berharap, ke depannya pengalaman buruk itu tidak terulang lagi,” ungkap pelatih berlisensi A AFC itu.
Suksesor Semen Padang di peringkat empat besar super liga musim lalu itu juga membantah ketika ditanya soal kemungkinan pengawalan khusus terhadap Macan Kemayoran nanti. Terpenting, dia bakal mengembalikan kepercayaan seutuhnya kepada pemain. Apalagi tim kelahiran 1980 itu juga telah menyiapkan taktik dan strategi mematangkan jelang melakoni laga ke-10 nanti.
Mantan asisten Arcan Iurie itu mengakui, rentang waktu selama tiga pekan itu dinilai cukup membenahi timnya demi merealiasikan target poin maksimal di laga nanti. ”Kami sudah persiapkan pemain sejak kembali dari Jepara. Tak ada pengawalan khusus, yang terpenting bagaimana para pemain bisa konsentrasi menjalani tugasnya masing-masing,” tegas mantan penggawa Persepak era 80-an itu.
Selain itu, optimistis pelatih beranak dua itu makin bertambah dengan bergabungnya enam pilarnya yang bermain di timnas senior; Ferdinand Alfred Sinaga, Abdurrahman, Hengky Ardiles, Samsidar, Ricky Akbar Ohorella, Putra Syabilul Rasad sejak, Minggu (4/3).
Pelatih kelahiran 1970 ini berharap timnya bisa menuai hasil maksimal pada laga yang akan dimainkan di stadion kebanggaan Minangkabau malam ini. ”Mudah-mudah semua berjalan sesuai keinginan pendukung,” pinta Nil Maizar.
Di bagian lain, Persija Jakarta juga dipastikan tak mau ketinggalan. Bagaimana pun juga, misi tiga poin dipastikan menjadi harga mati bagi tim. Maklum perjalanan ke Ranah Minang cukup jauh dan menguras energi dan biaya.
Karena itu, mereka tak ingin kembali ke kampung halamannya dengan tangan kosong. ”Kami datang dari jauh bukan untuk kalah, tapi bagaimana caranya kami bisa membawa poin penuh kembali ke Jakarta,” terang asisten pelatih Macan Kemayoran, Toyo Haryono.
Dengan berkekuatan 18 pemain, Danillo Fernando cs juga menyatakan kesiapannya memberikan perlawanan terhadap tuan rumah. Meski diakui, Toyo Haryono akan tampil sebagai pengatur instruksi di pinggir lapangan selama pertandingan nanti.
Ini setelah pelatih kepala Jaya Hatono mengundurkan diri sejak 1 Maret lalu atas alasan kesehatan
Continue Reading...
Designed by: Ariefortuna's Zone
 

Ariefortuna Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ariefortuna for ariefortuna's Zone